Friday, March 02, 2007

Musafir Sukma- Part 04- Terasa ’zouq’ Cinta Rasululullah


Training ESQ sebenarnya adalah training "ketakwaan", yang dinama baru kan sebagai (ESQ) secara ilmiah oleh Ary Ginanjar dan lain lain. Kaedah yang digunakan sangat mengesankan para peserta sehingga dinilai berbaloi dengan pelaburan wang ringgit yang mereka keluarkan. Kaedah training menggunakan teknologi multimedia terkini dengan adunan music (mozart, kitaro album, instrumental, nasyid iktiraf, nashid Asmaul Husna dan bermacam-macam nashid lain).

Ramai alumni training yang mengakui "saya merasa seolah olah dilahirkan semula” dan dan "saya rasa ada semacam perasaan ‘mesti’ berubah,” dan malah ada yang benar2 berubah. Memang saya lihat outcome training berupa perubahan sikap dan perilaku alumni dalam kehidupan selepas program tersebut. Satu yang pasti, training tersebut, sangat menguja kalbu dan berjaya memancing minat orang ramai dan berjaya (kalau pun bukan 100%) mengubah visi, persepsi, bahkan sikap dan perilaku peserta, setidaknya beberapa saat setelah mereka mengakhiri training program itu.

Tujuan training ESQ ialah untuk membangkitkan sukma yang tulus ikhlas,jiwa yang sensitif terhadap Allah Tuhan pencipta, Nabinya dan sesama manusia. Ramai yang mengakui memang mengalami satu perasaan bahagia yang luarbiasa dalam beberapa babak pemusafiran sukma begini. Lain orang lain pengalamannya melalui babak yang berbeza. Memang, ’keindahan Tuhan’ ada dalam hati manusia. Apabila mencapai tahap begitu, terasa zouq’ atau nikmat tidak terperi, menurut Ary Ginanjar, saat itu mereka itu sudah meraih kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ).

Satu yang paling istimewa saya dapati di dalam program ini semasa sukma bermusafir dalam babak ’Cinta Rasul’. Airmata mengalir shahdu apabila kisah Nabi dibacakan bersama alunan muzik-muzik latar dari koleksi album ’An ancient journey’ dan album ’Thinking of you’- Kitaro Mercury & Harmony of the Forest (oleh Kitaro yang sangat mengesankan).

[About album ancient journey - It is a wonderful glimpse into the great civilizations past through the eyes of musical pioneer and Grammy Award winning composer Kitaro. In An Ancient Journey, Kitaro takes his audience on a trek to worlds far away. Listeners embark on a mysterious crusade, witnessing "the texture, life and spirit of the world's ancient people."

Traditional Middle Eastern and Chinese instruments in addition to one of his favorite technological advances, the analog synthesizer, make An Ancient Journey a melodic voyage, which is vintage Kitaro. In addition to his signature arrangements, the recording features a new addition to Kitaro's musical family, Kristin Kanda on flute].

Who is “Kitaro”?

Mr. Takahashi, aka Composer Kitaro, winner of a Golden Globe Award (OST for the movie Heaven and Earth) and 43rd Grammy Award for Thinking of You and recipient of multiple Grammy Award nominations, is revered for his ability to embody the human spirit with music of passion and drama. He has released scores of albums and sold millions in the U.S. alone during his 30-year career. Kitaro continues to merge the finest of Eastern and Western cultures and traditions in his music.

Why Kitaro

[The music of Kitaro has a very positive influence in many people. It's not the kind of music you can listen to in every mood. But if you're feeling alone and you're not able to get the love of (an) other human being(s), than you have the impression, that the music holds you in the hands - and you feel loved.]

Penggunanan Music Kitaro membawa satu dimensi baru (dalam diri saya) dalam mencipta suasaan kesyahduan, serenity dan ketajamaan sensitiviti emotional untuk masuk ke dalam dimensi spiritual. Rasa ’cinta’ kepada Rasulullah yang tidak 'menyengat' lagi dan nyalaan kasih sayang terhadapnya kianpudar, kini asyik dan maksyuk datang semula, amat menusuk ke dalam jiwa apabila muzik instrumental Kitaro dari album ‘Thinking of you’ yang dimainkan secara berterusan. Saya bertanya dalam diri apa hubungan melodi thinking of you dengan latarbelakang kisah Rasulullah? Apabila melihat websitenya, dapat lah saya fahami mengapa mereka pilih background ini untuk mengimbau kembali momen syahdu yang hilang itu.

“You in the title signify people close to me, people who have passed away or those far away from me. I tried to speak to each one of them in musical expression."- Kitaro

Listener’s interpretations would range from,

“I feel the presence of God when listening to this music,”

“Kitaro’s music should be the background music to life,"

“His music moves my soul or spirit,"

“Occasionally I cry with joy listening to Kitaro’s music.

” While even Kitaro himself admits, “ Sometimes I cry when I listen to my music.”

Many seasoned professionals, within the music industry, have generalized; “Kitaro is a unique musician possessing an ability to embody the “human spirit” within his music”.

Jadi training spiritual mengguna pakai kaedah ini, mampu membebaskan fikiran manusia dari segala halangan intelektual dalam belenggu otak kiri. ESQ trainer mengatakan, untuk mengajak peserta masuk dalam dimensi spiritual, mereka harus menggunakat alatbantu audio visual. Melalui alatbantu audio, peserta diajak mendengar suara gelombang air dan alunan musik yang lembut. Melalui alatbantu visual pula, peserta diajak menyaksikan gugusan planet, gunung dan segala bentuk gambaran alam raya.

Kaedah ini juga mengajak peserta menberikan tumpuan sepenuhnya (full concentration) sehingga god spot dalam dimensi spiritualnya dapat bercahaya kembali. Mungkin agaknya selama ini god spot kita terbelengu. Mata hati tidak melihat. [God spot adalah tempat bernaungnya suara hati yang memiliki kandungan nilai-nilai asmaul husna].

”Untuk masuk ke dimensi spiritualitas itu, mereka kita kondisikan agar konsentrasinya tetap terjaga”.Kata salah seorang alumni ESQ yag datang dari Batam.

Proses pengkondisian ini,merupakan penerapan teknologi stimulasi otak. Teknologi ini telah dikembangkan sejak 40 tahun yang lalu. Menurut teory Brain Wave Di dalam otak, terdapat empat gelombang energi, yaitu beta, alpha, theta, dan delta. (http://www.educationalcoach.co.uk/brainwave.htm), untuk mengajak manusia pada keadaan yang santai, relax dan tenang, maka gelombang energi harus di tala ke pada 'keadaan alpha dan theta. Sebab, gelombang alpha , 7-12 Hz disebut juga alam bahwa sadar dan gelombang theta merupakan tempat intuisi manusia.

Jadi ’Cara pengkisahan’ Kisah Rasullullah dari awal sehingga wafat amat mengasyikkan/ menakjubkan. Kisah Ar Rasul sedari kecil yang menjadi yatim piatu, kisah perkahwinan, kisah kematian bapa saudara , perkahwinannya, pengorbanan isteri nya Saidatuna Khadijah sehingga akhir hayat. Dalam pengkisahan itu, minda kita dibawa ke zaman episod Mekkah dan Medinah, kita terasa rasa seolah menongkah malam pekat di padang pasir melihat manifestasi keagungan cinta Rasulullah yang amat menyintai umatnya. Ini berlaku dalam satu proses ’ mind travel’ yang sungguh menyentuh norani dan meluluhkan perasaan.

Rasa kecintaan kepada Rasulullah tiba-tiba ibarat banjir yang menderu ke dalam sangkar jiwa yang gersang terhadap cinta Rasulullah.Terasa selama ini betapa kita tidak terasa bahang yang bersemarak ’cintakan baginda ’ dan tidak menilai betapa besar dan hebatnya cinta Rasulullah kepada umatnya. Tiba tiba tersedar betapa selama ini kita tidak berupaya sungguh sungguh untuk membalas cintanya yang agung itu.

Kalau sebelumnya, apabila nama Rasulullah disebut, saya hanya teringatkan hadith nya ”mengenai sesiapa yang tidak menjawab selawat untuk nya, maka ia adalah orang paling bakhil/kedekut”. Jadi selawat nya saya semata-mata menyambut saranan itu (agar tidak menajadi umat yang bakhil) dan untuk mendapat pahala, tanpa ruh, jiwa gersang dari CINTA yang benar-benar mendalam terhadapnya. Saya dapat permata CINTA rasul dalam training ini. Alhamdulillah.Dan kini saya dapat memahami mengapa sesetengah orang yang mencintai Rasulnya dengan sebenar benar cinta akan sanggup mati apabila Rasulullah dihina dan dimalukan!

Cara pengkisahan suasana saat saat akhir kewafatan Rasulullah sungguh membelit hati norani. Dalam rintihan sakit di tangan malaikat Sakaratul maut yang menyiksa, namun demi kasih sayang nya, mulutnya masih mamapu menyebut, ”Umat ku umatku” dengan suara pilu melambangkan sungguh agung cinta Rasul kepada kita.

Dimanakah kita selama ini?, Bagaimanakah kita membalas kasih sayang baginda?

Demikian juga pengkisahan asal usul pembacaan Tahiyyat awal dan akhir di kala solat yang merupakan dialong antara Allah dengan rasulNya yang kasihi menunjukkan betapa dekatnya hati Rasulullah kepada umatnya. Semasa muda-muda dahulu pernah seorang ustazah menceratkan sejarah asal usul Tahiyyat ini, namun selepas itu ia merupakan bacaan ritual yang maknannya di baca, tapi tanpa ruh!

Jadi dialog antara Allah dan kekasihnya Rasullah semasa peristiwa Isra’ Mikraj di imbas kembali dalam memori dengan begitu qudus dalam susana hening. Ya dirasakan perasaan sayang, rindu, cinta, menyelinap dan air mata sesalan menggenang dikelopak mata(kerana selama ini mengabaikan cinta Rasulullah)

Tahiyyat adalah sebuah dialog yang sangat agung dan paling istimewa diucapkannya, namun wahai mata hati menagap selama ini kamu ia barat orang ’gila’ tidak memahami lansung maksud tersirat, kamu lalai padahal setiap solat setiap hari mulut kamu menuturkannya.

”Dalam sebuah malam yang mulia itu, Rasulullah menghadap Tuannya. Diucapkannya salam dengan penuh rindu dan cinta: "Segala keselamatan, barakah, kebahagiaan, dan kebaikan hanyalah bagi Tuanku."

Allah yang juga penuh rindu dan cinta menjawab salam kekasih Nya, "Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu, wahai kekasihKu, beserta rahmat dan berkatNya."

RAsulullah yang sungguh berhati mulia, walaupun baginda berada jauh (di lapisan lapisan atau mungkin di galaksi lain) yang berjarak trillion tahun cahaya, tidak pernah melupakan umatnya yang masih terlelap di bumi, Sepontan dengan nada kasih sayang, perihatin dan penuh ingatan "Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami dan juga kepada hamba-hambaMu yang saleh-saleh."

Para makhluk cahaya (malaikat) yang menyaksikan dan mendengar dialog itu terharu melihat kemurahan Allah dan kemuliaan hati RasulNya. Mereka pun serentak mengucapkan, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan utusanNya."

Kemudian apabila baginda turun ke dunia, Muslimin diajar mengucapkan salawat kepada Rasulullah.

Namun, apa yang terlintas dalam hati dan pikiran saya tatkala setiap hari diucapkan perbualan agung itu? Bukankah aku tiada beza dengan orang-orang yang gersang jiwanya, apa-apa yang diucapkan tidak membawa kesan yang mendalam? Oleh kerana itulah selama ini cinta kepada Rasul tidak ’membekas’ dalam jiwa.

Yaa Rahman, Yaa Rahiim... sungguh Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan izin dan hidayah dariMu, diri ini mengenal dirinya denganlebih dalam dan tazkirah ini mengembalikan kenangan lama.Duhai air mata tyumpahkan lah demi kasih sayang terhadap Rasulmu, dalam sebuah sujud syukur. Seolah terdengar dengar dikuping telinga, Allah pun berkata, "HambaKu telah kembali memanggilKu."

No comments: