Tuesday, October 14, 2008

9 Steps to a Successful Business Turnaround

9 Steps to a Successful Business Turnaround

If the business is not working out as planned then it may be time to investigate what to do to turn the business around. There are 9 basic steps that a business owner should follow to succeed.

Many owners of small and medium sized businesses have successfully used these steps to improve their business results.

Step 1: Write up proper plans.
It is absolutely critical that your business has written plans relating to your operation. Companies who develop and follow their plans on a day to day basis generally never get into trouble. The plan is the roadmap for your business. Your plan makes it easier to detect when you have run off the road and what you have to do to get back on. It prevents your business running into difficulties from which you may not be able to recover.

Everyone involved in a business - management, employees and the business owners - need to understand the business’s future plans as well as how to achieve the objectives of those plans. Each person needs to see how they fit in and what they have to do to assist in meeting the targets. Many people value the opportunity of putting forward suggestions, ideas and skills from their own experience that may help turn the business around.


Step 2: Keep contact with the key staff and directors.
When things are tough and a turnaround is needed, get together your key people and have a “no holes barred” brainstorming session focused on how to fix things. Don’t go into a meeting without a plan because people lose confidence in leaders who lack a plan and who have no vision for the business.

Present yourself as being self-assured, open minded, flexible. Listen to your key people as well as other advisers.


Step 3: Keep in touch with your staff.
Your people are the most important asset that your business will ever have. People make the business. Nothing can be achieved without the skill employees and managers bring into the operation. Where necessary meet with everyone and explain the current business situation. Try to find out what others think. See if anyone with expertise can throw some light on what is going wrong and together agree on possible strategies to improve the position. You may be amazed at how employees and managers will rise to the challenge of volunteering their input when asked.


Step 4: Meet often with your customers.
It’s a small world out there and many rumours abound. You don’t want loose speculation flying around the business community about the problems your business may be having. You don’t want your key customers to become nervous. Some may start looking for other suppliers if they suspect things are not good. It is important for you to stay close to your customers and keep them informed of the situation. They need to know that you have the matter under control. They need reassurance. They need to see that you have a sound plan to correct your current state of affairs. They need to know that they are not endangered financially in any way

Most customers will work with you because you are also part of their own business. They are dependent on you to supply them with the products that they need. Don’t go into detail, but simply inform your customers of your situation and how your business is planning to correct the temporary problem. It is important to be reassuring and confident, but it’s not necessary to go into detail.


Step 5: Meet with your suppliers.
Suppliers get very nervous when they hear on the grapevine that one of their customers may be having problems. Gossip and bad news travel faster than good news, so be aware that some people need to be alerted quickly before things get out of hand.

Once again, prepare a statement to your suppliers of the temporary problems your business is facing. Let them know about the plans you have to correct the situation. Most suppliers understand where you are at because many of them have been in the same position in the past. You will be pleasantly surprised at the support you will receive from most suppliers. They will stick by you as long as you are open and not deceitful.


Step 6: Talk with the tax man.
If you find that your situation does not allow you to pay your tax on time, get in touch with the Taxation Department. You'll have a better hearing from them if you are upfront with everything. Most tax departments will work out a strategy allowing you extra time to meet your tax obligations.


Step 7: Keep close to your bank.
If you need more funds and you have a loan in place or a line of credit, talk to your bank manager or loan officer. Let your bank know what your needs are. Don’t write. It's best to deal with these things face to face. Give them the bad news, but follow this up quickly with your proposed plan of action. Be confident and reassuring. This will guarantee you a better hearing and co-operation.


Step 8: Retain the staff you need.
Sometimes it is too much stress trying to look after all staff if there is not enough money coming into the business to pay everyone. No one likes to let people go, but if the business is to survive you may have to retain only those who are essential for producing the products or making the sales.


Step 9: Reduce all costs.
Sit down and make a list of all expenditure in your business. Eliminate what you can do without. Some expenses can be put forward to the future. Other costs can be reduced immediately without affecting the business operation. Sometimes it's not always a matter of trying to generate additional sales or income. Sometimes the more drastic action of cutting expenses mercilessly can fix the problem overnight.

Monday, September 22, 2008

Dia tidak akan kembali

Dua hari sudah berlalu daripada sepuluh terakhir Ramadhan thn 1429.
Atau dua puluh dua hari keseluruhan Ramadhan tahun ini telahmengucapkan selamat tinggal kepada kita.
Detik Ramadhan tahun ini hanya tinggal lapan hari sahaja lagi. Waktu yang telah berlalu DIA tidak akan kembali lagi. Jika kembali pun, mungkin akan berlaku pada hari akhirat nantidalam bentuk yg selayaknya bagi Allah ketika Dia memapar kembaliamalan kita.Ditolak dengan kesibukan persiapan hari raya dan urusan nak balik kampung, berapakah waktu yang masih tinggal untuk kita fokus bacaan quran dan amalan-amalan lain?

Ungkapan Arab ada berbunyi: "Apa yang tidak boleh dimiliki keseluruhannya, janganlah ditinggalkan kesemuanya".

Berdasar semangat ungkapan ini, penuhilah baki-baki Ramadhanyang masih tinggal dengan memperbanyakkan ibadah. Siapa tahu dengan sedikit penumpuan kita di akhir Ramadhan ini, kita akan dipertemukan dengan Lailatul Qadar, iaitulah malam yang lebih baik dari seribu bulan.Sekian, moga kita termasuk dikalangan manusia yang beruntung untuk bulan Ramadhan tahun ini. Aminnn

Tuesday, September 16, 2008

Perutusan Ramadhan dari Ustaz Muhammad Mahdy Akif

Walaupun ramadhan sudah dua minggu bermula, tetapi belum terlambat kerana Ramadhan masih ada. Mungkin dengannya kita menambahkan semangat dan kekuatan utuk mengurangkan tidur, kurang rihat dan tambah amal terutama dalam mengejar malam Lailatul Qadar. satu malam yang lebih baik dari seribu bulan......

***************************************************************************

“Wahai orang-orang yang beriman, sahut dan sambutlah seruan Allah dan seruan RasulNya apabila Dia menyeru kamu kepada perkara-perkara yang menjadikan kamu hidup sempurna…” (al-Anfal:24)

Wahai ikhwan dan akhawat (sdra dan sdri)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, wa ba’d

Moga-moga setiap tahun kamu dilimpahi kebaikan. Kini kamu dipayungi bulan mulia lagi berkat. Di dalamnya kebaikan berantai-rantai tiada putus, hembusan rahmat bertali arus, limpahan kasih al-Rahman mengalir laksana arus. Sesungguhnya Ramadan benar-benar bulan rahmah, maghfirah dan bebas dari belanggu api neraka. ”(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah...” (al-Baqarah:185)

Ketahuilah sesungguhnya perjalanan yang panjang itu memerlukan bekalan. “….dan hendaklah kamu membawa bekal dengan cukupnya kerana sesungguhnya sebaik-baik bekal itu ialah takwa dan bertakwalah kepadaKu wahai orang-orang yang berakal (yang dapat memikir dan memahaminya)”. (al-Baqarah:197)

Hendaklah kamu jadikan Ramadan ini masa untuk menyiapkan bekal setahun. Jadikan siam (puasa), qiam, wirid, i’tikaf, sedekah dan solat sebagai bekalan dalam perjalanan mengadap Tuhan. Daripada bekalan itu kita bisa berdiri, membangun cita-cita yang tinggi, memperkuat keazaman yang murni. Saat kita beramal di bulan yang mulia, hati bertaut dengan Kekasihnya, tidak lucut ikatannya, tidak putus pengharapannya, sedang jiwa mencapai keberuntungan berjual beli dengan Allah Yang Maha Esa. ”Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya kerana mencari keredaan Allah semata-mata dan Allah pula Amat belas-kasihan akan hamba-hambaNya.” (al-Baqarah:207)

Jadikanlah Ramadan ini titik berlepas ke arah mencapai tujuan. Jadikan Islam sebagai sebuah daulah yang bergerak di dalam jiwa-jiwa manusia dan melekat di dalamnya. aqidah dan iradah, amal dan ibadah, ilmu dan kepimpinan, keagungan dan ketuanan. Biarlah Islam menjadi aqidah yang menggerakkan iradah (kemahuan), ibadah yang melahirkan amal, ilmu yang melayakkan memimpin, mendapat penghurmatan dan ketuanan. Semuanya terhasil dan tercerna mengikut acuan rabbani yang amat luas. Hendaklah semua hati-hati menjadikan matlamat puasa mereka seperti yang telah digariskan di dalam firman Allah yang bermaksud: ”.... supaya kamu bertakwa”. (al-Baqarah:183)

Beramallah dengan bersungguh-sungguh supaya bulan ini tidak pergi kecuali dalam keadaan kamu telah memperlihatkan kepada Allah keyakinan kamu kepada janjiNya, beriltizam dengan perintahNya, berjalan mengikut manhajNya, “Syaitan itu menjanjikan (menakut-nakutkan) kamu dengan kemiskinan dan kepapaan (jika kamu bersedekah atau menderma) dan dia menyuruh kamu melakukan perbuatan yang keji (bersifat bakhil kedekut); sedang Allah menjanjikan kamu (dengan) keampunan daripadaNya serta kelebihan kurniaNya dan (ingatlah), Allah Maha Luas limpah rahmatNya, lagi sentiasa Meliputi PengetahuanNya.” (al-Baqarah268). Pacakkan bendera yang bersesuaian bagi setiap sepuluh hari bulan Ramadan. Sepuluh yang pertama haraplah rahmat dengan berkasih sayang dan menguhubung silatul rahim. Sepuluh kedua harapkan keampunan dengan memohon ampun dan saling bermaafan agar terlerai segala dosa dan kesilapan lalu. Dan kemudian sepuluh terakhir haraplah kebebasan dari segala belenggu di dunia dan akhirat. “Di antara orang-orang yang beriman itu, ada yang bersikap benar menunaikan apa yang telah dijanjikannya kepada Allah (untuk berjuang membela Islam); maka di antara mereka ada yang telah selesai menjalankan janjinya itu (lalu gugur syahid), dan di antaranya ada yang menunggu giliran dan mereka pula tidak mengubah (apa yang mereka janjikan itu) sedikitpun.” (al-Ahzab:23)

Sahutlah seruan untuk hidup pada bulan Ramadan ini supaya sepanjang tahun akan datang nanti terus mekar dan subur berpanjangan. ”Wahai kaum kami! Sahutlah (seruan) Rasul (Nabi Muhammad) yang mengajak ke jalan Allah, serta berimanlah kamu kepadanya, supaya Allah mengampunkan sebahagian dari dosa-dosa kamu dan menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya.” (al-Ahqaf:31)

Awas dan waspada Jangan sampai Ramadan kali ini terlucut dari genggaman kamu! Jika itu berlaku, rugilah kamu, kerugian yang tidak mungkin ditampung dengan apa usaha sekalipun. ”Dan sesiapa tidak menyahut (seruan) Rasul yang mengajaknya ke jalan Allah, maka dia tidak akan dapat melepaskan diri (dari balasan azab walau ke mana sahaja dia melarikan diri) di bumi dan dia tidak akan beroleh sesiapapun yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung yang membelanya; mereka (yang demikian sifatnya) adalah dalam kesesatan yang nyata.” (al-Ahqaf:32) “Kepada pentadbiran Allah jualah terpulang segala urusan, sebelum berlakunya dan sesudah berlakunya dan pada ketika berlakunya (kemenangan Rom) itu, orang-orang yang beriman akan bergembira” (al-Rum:4)

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

محمد مهدي عاكف
المرشد العام للإخوان المسلمين

Terjemahan Ustazah Maznah Daud
Ramadhan 1429.

Wednesday, September 10, 2008

Kita dah masuk 10 Ramadhan kedua…..

Pejam celik, pejam celik, kata orang diam tak diam, kita dah nak masuk gear dua dalam bulan Ramadhan, Ya kita dah masuk 10 hari kedua dalam bulan Ramadhan. Seorang sahabat mengghantar email maka mama kongsikan sebuah tazkirah yang sungguh menyentuh norani dari seorang ustaz .

" kita pergi ke kedai tayar, untuk ‘balancing tayar’ sahaja. Cina tu kata,” tayar dah rosak - beralun alun dan bahaya”. Maka kita pun risau, kita pun suruh dia menukar tayar.
Kemudian foreman itu kata lagi, ”Minyak hitam (injin) pun dah pekat, nanti balik raya jalan jauh tak elok pada injin. kita pun tukar minyak hitam (pastinya dengan filternya sekali, tambah lagi duit! ). Cina tu cakap, kita percaya. Tak musykil pun. Kita Yakin, ‘Haqqul yakin (dengan sebenar benar yakin!, Kita tidak mempersoalkan nya, apalagi membantah. Padahal Foreman itu bukan Islam, kata setengah orang disebut ‘kafir’.

Tetapi bila Allah SWT berfirman maksudnya : “ 10 hari pertama ramadhan adalah keberkatan”, ramai yang macam tak percaya atau mungkin tak rasa apa-apa”. Masih ada berlegar-legar di Chow kit sebab sentiasa menyangka dan memujuk hati dengan berkata,” masih ada masa nak terawikh, 20 hari lagi.
Kemudian 10 hari ke dua adalah keampunan Allah, pun ramai yang macam tak dengar sahaja., bahkan untuk 10 hari yang ketiga adalah pelepasan dari api neraka –bertambah lah ramai yang macam dengar tak dengar sahaja. Almaklumlah sudah sibuk persediaan raya, pakaian, kuih-kuih, hiasan, dah sampai di kampung dan melayan ahli keluarga). Maka di mana kita???,
Jom gandakan amal, jangan miss tarawikh, banyakan baca Quran, cuba dapatkan lailatul qadar, malam seribu bulan……entah entah ramadhan kali ini mungkin lebih baik dari ramadhan tahun lepas…..

Friday, September 05, 2008

Wanita boleh berkhutbah Jumaat?

Tetiba pagi ini teringat nak melawat website sifu PTS Puan Ainon. Wahhh memang teruja membaca khutbah jumaatnya pagi ini... Wanita boleh berikan khutbah jumaatnya.....

Khutbah Jumaat PTS: Memilih Prioriti - antara Menyebar-kembangkan Islam ataupun Mempertahankan Islam

http://universitipts.com/index.php/site/comments/khutbah_jumaat2/

mama terasa teruja juga hendak menuliskan sedikit dalam webnya yang sangat popular itu...

"Salam, Alhamdulillah, MasyaAllah.

Saya rasa sunggh teruja dengan khutbah jumaat pagi ini.

Siapa kata wanita ‘tidak boleh’ berikan khutbah jumaatnya?. Kita wanita millinuem serba boleh, tidak boleh berkhutbah di mihrab masjid, makanya khutbah jumaat oleh wanita diberikan di cyberspace!. Makmumnya global. Kerana setiap individu Muslim bebas melakukan dakwah dan jihad menurut kemampuan masing-masing, bak kata kata As Syahid Hassan AL Banna:
“ ”Sesungguhnya tukang berbicara itu berbeza dari ahli amal, dan ahli beramal berbeza dari ahli jihad, dan ahli jihad berbeza dari ahli jihad yang produktif dan bijaksana. Dia memperolehi keuntungan yang gemilang dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya”
Yang paling penting ialah kita ‘cinta’ terhadap semua usaha dan kerja ‘dakwah’kita. KIta ‘cinta’ dakwah bukan setakat ‘berdakwah’ sahaja. Teringat kata kata yang dipetik dari Dari filem Sang Murabbi – Almarhum Rahmat Abdullah – Sheikh Tarbiyah PKS, Indonesia :
“Kita bukan hanya ‘BERDAKWAH’ tetapi mesti CINTA DAKWAH”
Cinta dakwah mendorong kita mencintai SEMUA ORANG dan SEMUA TUGAS.Apabila kita cinta dakwah maka dengan cinta kita melakukan sesuatu tugas laksana enjin dan ELEMENT lain berfungsi dalam kenderaan: tidak penting siapa ‘penumpangnya’....
Saidina Khalid bin Al-Walid mencintai jihad, bukan menikmati saat-saat membunuh orang. Dia mencintai “tugasnya”, misi cinta dakwah menjadikan dia menikmati ‘kesulitan’, setiap halangan menjadi cabaran, kesusahan adalah bayangan keenakan syurga. Dia juga berkata, “Berada pada suatu malam yang dingin membeku dalam suatu pertempuran, lebih aku sukai daripada tidur bersama seorang gadis dimalam pengantin”.
Jika ingin berehat nanti di syurga....
Dakwah ialah mengajak/memujuk/menggoda atas nama cinta. Bukan menyuruh atau memaksa
Semoga kita semua dirahmati Allah....
Tumpang mempromosikan buku saya, “Bagaimana akhirnya saya bertudung” telah dicetak buat kali ke 7, dan buku kedua saya “Mengapa Saya Bekerja” akan keluar dalam pasaran tidak lama lagi (telah dihantar ke printing), Terima Kasih PTS memberi saya peluang saya mencintai dakwah melalui minat saya mencintai penulisan.
Selamat berpuasa, bulan rahmah maghfirah dan janji syurga dan jom kita sama sama merebut malam lailatul qadar.

Thursday, September 04, 2008

Nostalgia surah Al Baqarah ayat 133 dan ayahnda tercinta


133] (Demikianlah wasiat Nabi Yaakub, bukan sebagaimana yang kamu katakan itu wahai orang-orang Yahudi)! Kamu tiada hadir ketika Nabi Yaakub hampir mati, ketika dia berkata kepada anak-anaknya: Apakah yang kamu akan sembah sesudah aku mati? Mereka menjawab: Kami menyembah Tuhanmu dan Tuhan datuk nenekmu Ibrahim dan Ismail dan Ishak, iaitu Tuhan Yang Maha Esa dan kepadaNyalah sahaja kami berserah diri (dengan penuh iman).


Mama bertilawah Al quran seperti biasa pagi ini selepas solat subuh, tetiba teringat almarhum ayahnda yang telah lama pergi apabila terbaca ayat 133 surah Al Baqarah diatas. Air mata terburai hati sayu dan teringat ingat, terngiang suara ayahnda tercinta yang membaca ayat diatas tadi berulanga-ulang pada malam terakhir kehadiran beliau bersama sama anak anak & cucunya di malam hari raya keempat (Aidulfitri) di rumah nya di Kg Sg Pulai Muar tahun 1994.

Malam itu kita semua berkumpul di rumah ayahnda (anak anak mama memanggilnya Tok Yek) dan malam itu ada beberapa kumpulan perbincvangan, ada kaum ibu, kaum bapa dan anak anak berborak dan ketawa gembira sehingga puul 2 pagi. Tok Yek mula-mula joint perbincangan dalam kelompok kaum bapa, kemudian neliau bergerak dan berjalan dari kelompok kesatu kelompok perbincangan sambil mengulang ulang ayat diatas dan ditambah dengan ulasan dan syarahan kecil;

"Nabi Yaakub bertanya kepada anak-anaknya, Siapakah yang akan kamu sembah setelah aku mati?...kenapa dia tidak bertanya, apakah yang kamu nak makan apabila aku mati? apakah yang akan kamu warisi setelah aku mati...?".......

Itulah yang Tol Yek ulang ulang....sehingga semua orang tertanya tanya kenapa Tok Yek berbicara soal kematian?....Sebenarnya ia bukan soal kematian, tetapi ia mengingtakan kepada kita pokok kehidupan kita, ia itu soal akidah dan kepercayaan...dalam kehidupan ini bukan soal makan dan minum, bukan soal harta dan kelazatan semata....tetapi soal akidah dan kepercayaan dan sola syiar dan syariah..its all about syariah.... anak anak akan bertanya apa beza syiar apa beza syariah?...itu sendiri kena tahu

Tiba tiba dalam jam 3 pagi kami dikejutkan oleh berita Tok Yek akan dihantar ke hospital kerana sakit perut yang bersangatan, mama pegang perut Tok Yek...keras sangat! Tok Yek mengerang kesakitan sepanjang jalan ke hostpital Muar. Esoknya Tok Yek di bedah kerana komplikasi usus, the operation was recessful but he never recover after the operation, kata orang mungkin dia sudah tua tidak tahan dengan ubat bius. Benarkah begitu any doctor here?

Sehari kemudian Tok Yek meninggal dunia yang fana ini, sebaik sahaja azan Asar berkumandang, Masa itu mama sedang menghadapi Tok Yek ditepi katil nya sedang membacakan surah Al Waqiah, sebaik azan dikumandangkan , nafasnya berhenti... Wahai jiwa jiwa yang tenanag kembalilah kepada tuhamnu dengan kedaan redha dan diredhai, dan masuklah ke dalam syurga ku....

Jadi sebaik sahaja mama stumbled upon this ayat, tetiba nostalgia itu kembali lagi. Marilah kita bacakan al Fatihah untuk AlMarhum ayahnada (aka Tok Yek) Tuan Guru Hj Mohd Tahir bin Daeng Mengati. Beliau merupakan seorang pahlawan kemerdekaan Indonesia Melawan Belanda, menjadi suaka di Tanah Melayu tahun 1946 namun disini dia mengembangkan keturunan nya, untuk kita warisi semangat dan roh perjuangannya. Disini menjadi pelopor dakwah dan kerja kerja Islam. Malah menjadi salah seorang pengasas Parti PAS di Johor pada tahun 1954 dan tsabat dalam perjuangan Islam sehingga beliau menghenbuskan nafas terakhirnya. Disamping itu itu beliau telah menterjemahkan berpeluh buku buku mengenai geraka Islam yang ditulis oleh tokoh tokoh perjuangan dan dakwah dari Ikhwanul Muslimin. Kenapa beliau terlalu minat dengan ikhwan?..Ada kisah yg paling menarik semasa beliau menunaikan haji di Mekah pada tahun 1955. .......

Pokoknya ada darah panas perjuangan mengalir dalam diri kita semua. Kita nyalakan obor agar darah yang mengalir dapat direalisasikan oleh kita dalam mengamalkan Islam dalam diri dan keluarga serta masyarakat

Tuesday, September 02, 2008

Sahabat pergi menemui Ilahi- Prof Madya Tarmidi Tamsir

Inna Lillahi wa inna ilai rajiun
Dari Allah dia datang dan kepada Allah dia kembali
Dia pergi di bulan Ramadhan yang mulia ini. Betapa ALlah sayang kepadanya

Al Fatihah

Pagi ini mama dikejutkan dengan berita kembalinya seorang sahabat lama Prof Madya Termidi Tamsir, Pensyarah Fakulti Kejuruteraan Elektrik, UTM Skudai) yang tinggal di Taman Sri Pulai, Skudai. Beliau telah mengadu sesak nafas pada awal pagi tadi, dan isterinya telah membawa ke klinik swasta di Taman Sri Pulai. Walau bagaimanapun, beliau telah menghembuskan nafas terakhir di klinik berkenaan pada kira-kira 6.40 pagi tadi. Menurut auntie Dayat kematian mungkin kerana penyakit cancer yang dihidapi sejak beberapa tahun lalu. Urusan jenazah akan diuruskan oleh kariah Masjid Taman Sri Pulai dan akan dibantu oleh Prof Dr Noorazlan Zanzali. Keluarga telah membuat keputusan untuk dikebumikan di Skudai, Johor hari ini.

Anak-anak almarhum ialah Aiman( class mate Kak Yong di Al Amin), Naim( class mate Bangah di AL AMin juga), Zakri (26 thn), Hanif (24 thn, study medicine di Uni Hassanuddin, Sulawesi), Ahnaf (22 thn, Uni Tun Husin Onn Malaysia), Izzati (20 thn, Univ.Malaya), Ghazi (18 thn), dan Alifah (16 thn), sementara balunya ialah ukht Maimunah.

PM Tarmidi kawan baik papa dan senior mama during diploma years @ UTM(dulunya ITK). PM Tarmidi selau mengadakan tution sebelah malam untuk adik adik junior semasa dia berada di tahun akhir Diploma ITK. Isteri beliau mama panggil Kak Munah memang rapat dgn keluarga kita.

Mama mendapat berita terbaru tadi bahwa semasa solat jenazah selepas zohor, lebih 1000 orang solat jenazah untuknya. ALangkah beruntungnya dia. Semoga doa para sahabat memudahkan segala urusannya di alam baqa'.

Mama wish one day when the time comes to be treated like that too. Mama berharap nanti apabila mama pergi pun mama ingin kan seramai itu orang akan mensolatkan jenazah mama. AMINNNNN....

Sama-sama kita doakan agar ruhnya dirahmati oleh Allah swt, ampunkan segala dosa-dosanya dan ditempatkan bersama orang-orang soleh.

Sebarkan banner Ramadhan agar kita penuhkan Puasa dengan amalan

Salam,

Hari kedua Ramadhan, dah beberapa muka surat Al Quran dibaca? Ini peringatan untnuk diri snediri yangs elalu alpa dan lupa....

Boleh lah sebarkan banner ini dan masukkan dalam blog masing masing....





Ramadhan silih berganti meniti usia
Kini datang lagi menjengah muka
Bertanya khabar dan berita
Tentunya ramai yang bergembira
Tapi kenapa ada juga yang berduka?

Saratnya Ramadhan dengan pahala memang dinanti
Siapa dan apa saja amal akan diganjari
Kerana bulan ini bulan tarbawi lagi diberkati
Usah dipersia nanti rugilah diri

Masihkah ada baki usia kita
Sedangkan ajal pergi tanpa diminta
Entah hari ini, esok atau pun lusa
Bersemadi di pusara menunggu hari bicara

Ayuh ! ... rebutlah peluang
Jalan telah terbentang
Mendamba rahmat serta keampunan
Syarat syurga Tuhan.


Saturday, August 30, 2008

Buku Terbaru bakal keluar....


Insya Allah dalam waktu terdekat ini buku mama yang terbaru akan keluar, tajuknya

Mengapa saya bekerja
lebih lanjut di sini....


Friday, August 29, 2008

Abai solat & mudah bersumpah boleh jadi iblis

Seorang ustaz menghantar satu email yang baik untuk dibuat renungan dan dikongsi bersama.

Beliau mengambil beberapa petikan dari buku "Tanbih al-Ghafilin" mengenai "kebudayaan bersumpah''.

"Dahulunya Iblis dapat dilihat dan bertemu secara terang terangan dengan semua manusia, maka ada seorang insan bertanya kepada Iblis: "Hai Abu Murrah (Iblis)! bagaimana caranya untuk menjadi seperti engkau? (maksudnya: untuk menjadi Iblis). Jawab Iblis: Celaka engkau! Tidak pernah ada seorang manusia yang mahu menjadi seperti aku. Bagaimana engkau boleh membuat permintaan itu?

Insan malang ini menjawab itu: "Memang saya betul-betul ingin menjadi seperti engkau".

Maka Iblis pun berkata: " Kalau engkau betul-betul ingin menjadi seperti aku, engkau lakukan dua perkara:

pertama, abaikan sembahyang

dan

kedua, jangan mengambil berat tentang sumpah (maksudnya: Selalulah bersumpah samada kamu bercakap benar atau berdusta)... .."

Dari kitab Tanbih al-Ghafilin, ms 395, (Bahasa Indonesia ke Bahasa Malaysia)

Wednesday, August 27, 2008

Rumah ALlah di dunia adalah di hati kita

Ahlan wa sahlan Ya Ramadhan

"Aku telah menyediakan syurga untukmu. Sebelum itu aku usir syaitan dari dalam syurga itu. Namun rumah-ku di dunia adalah dihatimu. Jadi sudahkah kamu bersihkan hatimu dari selain-Ku"

(Hadist-Qudtsi)

Semak lah,muhasabah lah dan tanyalah dalam diri kita. Dalam hati kita masih kah ada atau penuh dengan "tuhan-tuhan" yang lain...seperti wang, pekerjaan, harta benda, emas permata, kekaksih yang terlalu kita impikan, ,dambakan dan cita citakan sehingga melebihi keperluan spiritual kita ?

Di bulan Ramadhan adalah saat terbaik membuat interopeksi dan muhasabah diri. Kita bersihkan hati dan fikiran kita dari semua tuhan-tuhan yg lain.

Di bulan yang penuh rahmat, maghfirah ini., kita mulakan fokus usaha dan amal kita untuk memenuhi hati kita dengan Tuhan Allah kita.

InsyaAllah, Allah akan ada di setiap hati kita dan kita tidak akan resah & gelisah saat "tuhan-tuhan" yang lain meninggalkan kita, kerana Allah TIDAK pernah meninggalkan hambanya yg mengingatNya..Subhanallah...

Selamat menjalankan ibadah Puasa...
Sama samalah kita bermaaf maafan Lahir Batin..

Wednesday, August 13, 2008

Kezaliman yang paling dahsyat....

Mama baca berita ini terlewat, sebab setelah beberapa hari apabila ada kawan memberitahu mengenainya.

*Abdullah meletak kalungan bunga di Tugu Peringatan Negara sempena sambutan Hari Pahlawan, di Kuala Lumpur, semalam. (Berita Harian, Jumaat, 1 Ogos 2008)*

*Kenyataan Dr Mohd Asri Bin Zainul Abidin Tentang Upacara Tugu Negara Sempena Hari Pahlawan* <http://drmaza.com/home/?p=344>“Perbuatan mana-mana individu muslim sama ada pemimpin atau rakyat yang meletakkan kalungan bunga, tabik hormat dan bertafakur yang dilakukan untuk Tugu Negara adalah bercanggah dengan prinsip-prinsip akidah Islam yang anti kepada sebarang unsur keberhalaan. Perbuatan seperti itu seakan menjadikan tugu berkenaan berhala yang dihormati. Sekiranya pun pelakunya tidak mempunyai sebarang iktikad bahawa itu semua memberi manfaat dan mudarat, maka perbuatan itu adalah sia-sia dan bodoh. Ia haram tetap kerana meniru perbuatan musyrikin. Jika pelaku beriktikad itu memberikan kemanfaatan kepada keamanan, kedamaian ruh mereka yang telah meninggal dunia, maka itu adalah perbuatan syirik yang jelas. Akidah Islam menentang sebarang unsur keberhalaan. Pemimpin atau sesiapa sahaja yang terlibat dalam perbuatan ini hendaklah bertaubat kepada Allah dan kembali kepada akidah Islam yang sebenar. Firman Allah: (maksudnya) /“Dan demi sesungguhnya, Kami telah memberi kepada Ibrahim sebelum itu jalan yang benar (dalam bertauhid), dan Kami mengetahui akan halnya. Ketika dia berkata kepada bapanya dan kaumnya: “Apakah patung-patung ini yang kamu berdiri di hadapannya (memujanya)? Mereka menjawab: “Kami dapati datuk nenek kami selalu menyembahnya. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan datuk-nenek kamu adalah dalam kesesatan yang nyata”./ (Surah al-Anbiya 50-54)”

Apakah kezaliman yang paling dahsyat?


Membunuh tanpa hak itu zalim,
menahan tanpa perbicaraan itu zalim
Menuduh orang terhadap sesuatu yang tidak dibuatnya juga zalim
Dan orang kata buang subsidi minyak secara mengejut juga zalim.
Terasa bila kena diri sendiri.

Tetapi bila orang Islam berbuat syirik
Syirik itu benar-benar kezaliman yang (amat) besar -Luqman
Syirik adalah antara dosa yang tidak diampunkan Allah
Dengan orang-orang kafir masih kita ketemui
ayat-ayat al-Quran yang berbicara
katakanlah wahai orang-orang kafir.
Tetapi tidak dengan orang musyrik.

Perjuangan atas kertas.
Jika orang murtad ingin menulis pertukaran agama
atas dokumen resmi, ramai yang sensitif.
Tetapi jika buat terang-terang dan masuk kertas suratkhabar?
Bagaimana kita dipesungkan?Bukankah kita tahu seseorang akan sampai
di hari akhirat dengan amalan perbuatannya
bukan mykad bukan dokumen dunia tetapi
apa yang dicatatkan malaikat.
Saya ingat apabila Abrahah datang dengan tentera bergajah
mahu runtuhkan Kaabah dan merampas harta-harta penduduk Makkah
Abdul Muttalib datang berunding
minta pulangkan unta-untanya.
Kaabah? Itu Allah punya, terpulang kepadaNya.
astaghfirullah

Ayuh, berlindunglah!
Ya, Allah kami berlepas diri dari Abdullah Badawi
Kami berlepas diri dari Musa Hasan
Kami berlindung dengan Mu dari mensyirikkan Mu
dengan sesuatu yang kami ketahui
dan
Kami memohon ampun dari Mu terhadap apa yang tidak kami ketahui.
Janganlah Engkau masukkan kami dari golongan yang zalim itu.

Syirik adalah kezaliman yang besar
Zalim kepada terhadap tuhan semesta Alam.
Jika tiada manusia mahu mempertahankan Allah,
maka Allah maha perkasa dari segala dari apa yang manusia mampu lakukan.
Hukum Islam sudah jelas
Fatwa kebangsaaan fatwa negeri sudah ada.
Di mana orang yang mahu mempertahankan Islam?
Di mana letaknya muka orang Islam?
Jika bukan Islam mahu berbincang tentang hukum Islam
sangup buat bantahan.
Jika ketua Islam Hadari menzalimi Tuhan tiada tindakan.
Bukankah lebih baik belanja diberikan kepada pahlawan-pahlawan
bukan kepada batu yang tidak bernyawa.
Wahai tuhan kami janganlah engkau siksa kami
kerana kelupaan kami, ampunikanlah kami

oleh Wan Hasbullah Pulau Pinang

Friday, August 08, 2008

Buku BASB dicetak kali ke 7


Buku "Bagaimana akhirnya saya bertudung" telah diulang cetak untuk kali ke tujuh....

http://bukumama.blogspot.com/2008/08/buku-mama-di-kemas-kini.html

Thursday, August 07, 2008

Usah takut miskin kerana bersedekah

Usah takut miskin kerana bersedekah

(Tersiar di Berita Harian 28 Jun 2008)

"APA itu miskin, bu? Budak-budak lain di taman kata kita miskin. Benarkah itu, bu?" tanya si anak. “Tidak, kita tidak miskin, Aiko,” jawab ibunya. “Apakah kemiskinan itu?” Aiko, si anak, bertanya lagi.
“Miskin berarti tidak mempunyai se suatu apapun untuk diberikan kepada orang lain.” Aiko agak terkejut. Oh! Tapi kita memerlukan semua barang yang kita punya, apakah yang dapat kita berikan” katanya menyelidik. “Kau ingat makcik penjual kuih yang menjaja keliling kampung ke sini minggu lepas? Kita memberinya sebahagian dari makanan kita kepadanya. Kemudian dia datang semula ke sini. Kita berikan dia tempat tidur, kerana dia tidak ada tempat untuk menginap malam itu?

“Rumah kita pun jadi sempitkan?” jawab Aiko. Tapi si ibu tidak mengaku kalah “Kan kita selalu memberikan sebahagian dari sayuran kita kepada keluarga Watari, bukan?” katanya. “Ibulah yang memberinya. Hanya saya seorang yang miskin. Saya tidak punya apa-apa untuk diberikan kepada orang lain.” Si ibu tersenyum dan memberikan pandangan pada anaknya.

“Oh! engkau pun ada sesuatu. Setiap orang mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada orang lain. Fikirkanlah hal itu dan kau akan menemukan sesuatu.” Tidak lama kemudian, si anak mendapatkan jawapannya. “Bu! Saya mempunyai sesuatu untuk saya berikan. Saya dapat memberikan cerita-cerita saya kepada teman saya. Saya dapat memberikan kepada mereka cerita-cerita dongeng yang saya dengar dan baca di sekolah.”


“Sudah semestinya! Kerana kau pandai bercerita, seperti bapamu juga. Setiap orang senang mendengar cerita.” “Saya akan memberikan cerita kepada mereka, sekarang ini juga!” kata Aiko. Dialog itu terdapat dalam buku kumpulan kisah-kisah inspirasi Aiko and Her Cousin Kenichi.

Dialog antara ibu dan anak itu, meneguhkan sebuah kesedaran besar, bahawa setiap kita boleh memberi. Ini lebih dari sekadar sebuah kesedaran sosial. Tapi kesedaran untuk menjadikan hidup ini lebih bererti kerana dapat membahagiakan orang orang lain. Akhlak mengenai kesedaran terhadap kehidupan orang lain, dimiliki oleh qudwah yang tidak ada bandingnya, iaitu Rasulullah SAW.

Malah utusan Allah itu disebut sebagai ‘orang yang tidak takut miskin kerana memberi’. Dialah yang menanamkan prinsip menolong orang lain untuk menolong diri sendiri. Perhatikan bagaimana sabdanya, “Allah SWT selalu menolong seorang hamba, selama hamba itu menolong saudaranya.” Atau, sabdanya yang lain, “Barang siapa yang memberi kemudahan kepada saudaranya, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat.” Itu adalah prinsip memberi dan menerima yang ditanamkan Rasulullah SAW.

Memberi kepada sesama insan kerana kita percaya kita membuatnya untuk berlumba merebut ganjaran Allah SWT. Secara praktiknya, prinsip itu berubah menjadi memberi dan memberi. Sebab penerimaan itu tidak datang dari manusia, tetapi dari Allah SWT. Mengajak untuk prihatin dan empati, memberi bantuan kepada orang lain, menolong atau memberikan jasa, mengeluarkan infaq dan sedekah, sering kali juga menimbulkan pertanyaan, “Bagaimana saya hendak bantu orang lain? Sedangkan saya sendiri dalam serba kekurangan, malah memerlukan dari orang lain?”

Kita memang mesti ingatkan bagaimana Rasulullah SAW menanamkan nilai bersedekah ini, nilai tertinggi sedekah ialah ketika dan saat kita dalam keadaan yang sangat sulit untuk mengeluarkannya. Suatu hari, datang seorang lelaki kepada Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulullah, sedekah apa yang paling besar pahalanya?” Rasulullah mengatakan, “Yaitu engkau bersedekah dalam keadaan engkau sangat memerlukan, dalam keadaan engkau takut miskin dan dalam keadaan engkau bercita-cita besar mahu menjadi kaya.” - (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjelaskan bahawa dalam situasi seseorang bertanya, “Apalah yang boleh saya bantu, kerana saya pun susah dan sangat memerlukan?” Maka rebutlah pahala dengan bersedekah walaupun sedikit. Semakin seseorang di dalam dilema antara keinginan dirinya dengan apa yang akan disedekahkan, semakin tinggi nilai sedekahnya jika benar-benar dilakukan. Kesedaran memberi kepada orang lain, tidak semestinya berupa benda, material, wang ringgit, atau bantuan yang lahiriah. Tetapi boleh saja berbentuk buah fikiran, waktu, idea bernas, dan apa saja yang memberikan bermanfaat.

Oleh Endok Sempo Mohd Tahir, AJK Wanita JIM Pusat dan boleh dihubungi di e-mel wanitajim0@yahoo.com

Tuesday, July 29, 2008

Tolak ramalan nasib dari horoskop bintang

Satu masa, Khalifah al-Muktashim bersiap sedia untuk berangkat ke medan peperangan.Segolongan pakar ilmu bintang peramal nasib telah menemui baginda seraya berkata:

"Tuanku! Janganlah berperang pada bulan ini kerana bintang yg tujuh dan planet yg tujuh menyaksikan bahawa tuan akan kalah dalam peperangan".

Khalifah menjawab: "Saya tidak setuju dengan pendapat dan ilmu kalian. Saya bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan nabi Muhamad saw adalah utusan Allah. Saya berserah diri kpd Allah, cukuplah Allah sebagai pelindungku dan Dia adalah sebaik-baik pelindung".

Khalifah dan bala tenteranya pun berangkat ke medan perang. Ketika kemenangan begitu hampir diraih oleh kaum muslimin, Abu Tammam berkata kepada golongan pakar ilmu bintangan tadi:

"Di mana kebenaran ramalan kalian, di mana kehebatan ilmu kalian, apa permainan duniawi yang menghiasi ilmu kalian...?".

Itulah janji-janji palsu, kata-kata yang penuh dengan hiasan belaka.

"Bukan sebuah ketangkasan dan bukan juga sebuah kemenangan...Sesungguhnya kemenangan ada pada hujung-hujung tombak dan pedang yang berkilauan di tangan tentera-tentera yang sentiasa siap sedia dan bukan pada gugusan tujuhbintang."

Akhirnya Khalifah Muktashim menang kerana dia membawa kalimat"Laa Ilaha Illallah' dan dia juga adalah pembela kalimat tersebut.

Nukilan dan adaptasi dari "Jalan menuju kejayaan" oleh Dr 'Aidh bin Abdullah al-Qarni.

Tuesday, July 22, 2008

Setiap hari dalam hidupmu adalah kesempatan istimewa

Mama abadikan penulisan ini dari email di mailbox mama, mama teruja dengannya, mungkin baik untuk dikongsi.

Seorang suami membuka laci tempat isterinya menyimpan baju sambil membuka kotak yang berisi pakaian sutera Itali yang mahal. "Ini, bukan bungkusan yang asing lagi". Dia hanya memandang baju sutera itu sambil berkata, matanya berkaca,


"Isteriku membelinya semasa kali kami pergi ke New York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apatahlagi memakainya. Menurut nya, dia hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.


Suami itu kemudian meletakkan bungkusan itu berdekatan dengan pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pusara isterinya yang baru saja meninggal.


Dia menoleh dan berkata :

"JANGAN SEKALI KALI MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN YANG ISTIMEWA !"


Percaya Atau tidak kata-kata itu akhirnya mengubah hidup seorang insan yang terlalu suka menangguh nangguh kerja atau menagguh melakukan perkara perkara yang baik! Seorang yang selalu terlepas pulang!

Inilah pengakuannya:


Sekarang aku lebih banyak membaca dan mengurangi berangan-angan seperti Mat Jenin.
Aku duduk di sofa tanpa khuatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. No more ’ workoholic’. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya boleh hidup, tidak semata-mata supaya boleh ‘survive’(bertahan hidup)saja.


Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan gelas-gelas cantik ku setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan perfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemanapun aku menginginkannya.


Kata-kata "Suatu hari ." dan Satu saat nanti ....." sudah lenyap dari
kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu ternyata
boleh menjadikannya bernilai dan berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.


Walaupun sesuatu perkara itu nampak kecil, namun jika aku tidak melakukannya mungkin akan aku sesali jika tidak aku lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat. Aku akan menyesalinya, kerana aku tidak akan lebih lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui, juga surat-surat yang ingin aku tulis. ….ahhh Suatu hari nanti aku akan tulis". Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, kerana aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman-temanku.

Sekarang, aku bertekad untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang boleh membuatku bahagia dan menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap minit, adalah istimewa.

Tuesday, July 08, 2008

Minyak naik? Harus marah kepada siapa?

Sejak minyak naik mama macam orang lain juga marah marah sama Petronas, tetapi bila baca posting kawan yang membaca blog Che Det, rasa marah dengan petronas jadi sejuk sikit.

Ada juga betulnya Che Det ni. Memang sejak peristiwa 1997 dan zaman reformasi 1998 mama marah dan benci dengan Che Det. Benci dengan perangainya yang membenarkan fitnah berlaku sewenang wenangnya dan angkara politik kotor. Namun benci mama bukan kerana orang nya tetapi perjuangan yang didokongnya. Jika perjuangan nya zalim mama benci la, jika perjuangannya untuk keadilan dan untuk rakyat saya sokong. Demikian juga mama sokong Anwar kerana perjuangannya untuk rakyat nanti apabila ditakdirkan Anwar memerintah Malaysia, kemudian dia melakukan kezaliman mama akan bencinya juga. Jadi sokong seorang pemimpin bukan kerana batang tubuhnya tetapi kerana dasar perjuangan yang di bawanya, kewibawaa dan keberaniannya . Demikian juga dengan Che Det ini. Idea orang tua itu banyak juga betulnya.. Allah mencipta manusia dengan pelbagai guna dan ada juga yang melakukan pelbagai angkara untuk menguji kita semua.

Sahabat ini memberi komen penulisan Che Det,

"Beberapa fakta & konsep yang betul yang telah diceritakan oleh Che Det dalam bahasa orang awam yang lebih mudah, terutamanya yang diwarnakan kuning. Sebar & ceritakan pada yg lain. Dengan modal sebanyak RM 10 million sahaja, PETRONAS telah memulangkan semula RM 336 billion kepada Kerajaan dari 1976 - 2007.

Persoalan yang patut ditanya adalah ke mana & bagaimanakah RM 336 billion ini telah diuruskan oleh pemimpin negara ?

Kita harus ambil pengajaran dari Indonesia dengan pengurusan syarikat minyak negaranya, PERTAMINA.

- Indonesia mengeluarkan minyak lebih 3 kali ganda dari pengeluaran Malaysia..
- PERTAMINA juga pernah menjadi guru PETRONAS pada tahun 70 an.
- Tetapi dek kerana pelbagai isu (kronisma, nepotisma dll) maka PERTAMINA mengalami kerugian (menjadi liabiliti pula kepada kerajaan Indonesia) & merudum sejak lebih 15 tahun lalu & akhirnya Indonesia terpaksa menarik diri dari menjadi anggota OPEC."

......ini from Che Det's blog.......

Saya berasa amat sedih kerana ada orang menyalahkan Petronas kerana kenaikan harga minyak sehingga sanggup mengkasari beberapa pekerja Petronas yang memakai baju Petronas dan menolak-nolak mereka dalam keretapi komuter. Kenaikan harga minyak disebabkan oleh peniaga minyak antarabangsa yang menjual beli minyak sesama mereka seperti dahulu mereka menjual beli matawang negara tertentu termasuk negara kita. Terdapat maklumat yang mengatakan mereka menyewa tanker besar untuk simpan minyak menunggu kenaikan harga. Kenaikan harga yang amat tinggi mempunyai kesan negatif kepada negara seperti China dan Jepun yang bersaing dengan Amerika Syarikat dan Eropah.

Di masa yang sama pendapatan dolar yang bertimbun-timbun oleh Negara pengeluar minyak terpaksa disimpan di Amerika. Wang ini digunakan oleh Amerika untuk menampung ekonomi mereka yang menghadapi defisit dalam belanjawan negara dan defisit dalam dagangan Amerika.Kebanyakan daripada syarikat pengeluar minyak dimiliki oleh rakyat Amerika dan mereka mendapat keuntungan yang amat besar daripada penjualan peratusan minyak yang dikeluarkan oleh mereka bagi negara-negara pengeluar yang tidak mampu mengeluar sendiri. Di Malaysia juga terdapat syarikat-syarikat asing yang untung besar daripada bahagian mereka dalam perjanjian "production sharing".

Hanya di Malaysia Petronas memiliki bahagian yang lebih besar kerana kita tidak serah semua kegiatan pengeluaran kepada syarikat asing semata-mata. Industri petro-kimia juga adalah milik Petronas.Kerana Petronas terlibat secara menyeluruh dalam industri minyak ia diundang untuk mengambil bahagian dalam pengeluaran, penapisan dan lain-lain kegiatan industri minyak di 34 buah Negara.Keuntungan daripada operasi luar Negara kian meningkat dan pendapatan dibawa balik dan di miliki sepenuhnya oleh Kerajaan Malaysia.Pendapatan Petronas lebih tinggi daripada jumlah cukai korporat dan cukai pendapatan Kerajaan.

Tanpa sumbangan besar daripada Petronas Kerajaan tidak akan dapat memberi subsidi minyak sama sekali.Keputusan untuk menggunakan sumbangan wang daripada Petronas untuk subsidi adalah hak Kerajaan dan bukan hak Petronas. Bagaimana dan banyak mana subsidi yang hendak diberi adalah tanggungjawab dan hak Kerajaan. Mengurang atau tidak jumlah subsidi juga ditentukan oleh Kerajaan.Walaupun Kerajaan mengganti rugi semua syarikat minyak di Malaysia kerana menetap harga minyak yang rendah daripada kos minyak, ini tidak dilakukan berkenaan harga gas.

Harga gas sekarang jauh lebih rendah daripada harga sebenar. Kerajaan memaksa syarikat penjual gas menanggung kos ini. Oleh itu hanya Petronas sahaja yang sanggup mengadakan stesen gas untuk kereta dan juga membekal gas kepada stesen jana elektrik. Tiap satu meter padu gas yang dibekal oleh Petronas untuk kereta atau stesen janakuasa, Petronas menanggung kerugian.Oleh kerana permintaan untuk gas melebihi daripada pengeluaran di Semenanjung, Petronas terpaksa beli gas dengan harga pasaran dunia. Dengan ini kerugian menjadi lebih besar.Jika lebih banyak gas digunakan, walaupun Petronas dibenar menaikkan harga gas, tetapi Petronas tetap akan rugi. Sudah tentu syarikat minyak yang lain tidak akan import dan jual gas di Malaysia. Sebagai syarikat negara Petronas sanggup tanggung kerugian. Syarikat dagang tidak akan berasa bertanggung jawab terhadap negara ini.

Penggunaan minyak dalam negara meningkat sepanjang masa. Tiap tahun hampir setengah juta kenderaan bermotor didaftar. Bangunan-bangunan pencakar langit dan bangunan rumah bertambah dengan pesat. Demikian juga industri yang mewujudkan peluang kerja kepada rakyat. Semuanya mengguna kuasa elektrik yang dijana dengan gas sebagai bahan api.

Hari ini kita keluarkan lebih kurang 650,000 tong sehari, dan kita guna 400,000 tong dalam negara. Baki 250,000 tong kita jual di luar negara dengan harga pasaran iaitu 140 Dolar Amerika se-tong bersamaan dengan RM420 se-tong.Dengan kenaikan harga minyak, subsidi untuk minyak tentu naik. Tetapi kerana kita dapat tambahan pendapatan daripada kenaikan harga jualan minyak yang kita eksport maka subsidi boleh ditambah.Tetapi jika kegunaan dalam negeri meningkat, dan ia tetap meningkat, maka eksport tentulah merosot sepanjang masa. Bertambahnya penggunaan dalam negeri bermakna lebih banyak jumlah subsidi yang diperlukan.

Lebih banyak yang digunakan dalam negeri, maka jumlah eksport tentulah merosot dan pendapatan daripada eksport juga akan merosot.Jika sampainya satu masa jumlah kegunaan dalam negeri menjadi sama dengan jumlah pengeluaran dalam negeri, maka tidak akan ada lagi pendapatan daripada eksport. Di waktu itu tidak ada wang untuk memberi subsidi lagi.Petronas saya percaya jika tidak diganggu oleh pihak tertentu untuk menguasai industri yang begitu untung ini, akan cuba mengeluarkan minyak di luar negara. Minyak ini tidak akan beri pulangan yang sebesar minyak dalam negeri. Bayaran hasil oleh Petronas kepada Kerajaan akan merosot.


Jika tidak ada sesuatu usaha dibuat sekarang, jika hanya politik yang diberi perhatian oleh Kerajaan Dato Seri Abdullah Badawi, ekonomi negara ini boleh hancur dan rakyat akan kembali jadi rakyat negara ketiga.Sementara itu kita harus fikir apakah akan jadi kepada kita jika tidak ada Petronas dengan kecekapan anggotanya dalam industri yang strategik ini.

Walaupun saya dinamakan penasihat kepada Petronas, setelah saya tidak jadi Perdana Menteri saya tidak lagi memberi apa-apa nasihat.Apa yang saya tulis ini ialah berkenaan dengan strategi Petronas yang dibentuk dahulu, yang mengambilkira masa depan industri minyak negara dan kesan terhadap ekonomi negara. Memang kenaikan harga minyak tidak diduga, tetapi ramalan kita tidak akan sebegini teruk.

Strategi ini perlu dikaji semula memandangkan kenaikan harga yang luar biasa.Strategi ini perlu mengambilkira bukan sahaja keadaan dalam negara dan keperluan mencari populariti tetapi juga keadaan di luar Negara di mana sekali lagi konsep pasaran bebas (free market) memberi peluang kepada penyangak gergasi untuk memperkayakan diri mereka di atas penderitaan yang miskin di dunia. - Che Det

Mama Vs Basikal Hikmat-to burn fat not petrol

Bila baca posting salah seorang sahabat mengenai mengubah cara hidup dek harga mintak naik, mama pun teruja dengan manfaat yang dia perolehi. Tetiba mama teringat basikal Hikmat yang lama tersadai ditepi rumah. Apa kata mama baiki dan boleh mula kayuh basikal selain jogging keliling rumah setiap pagi....siapa tahu umur mama dilanjutkan bertahun tahun lagi dalam keadaan sihat wal afiat...bukan mama nak hidup melangit tetapi biarlah hidup mama yang panjang itu tidak menyusahkan orang lain terutama anak anak. Kita namakan itu sebagai umur yang berkat, berguna kepada orang lain dan manfaat untuk diri sendiri.

Inilah posting dari nya:
" Sudah sebulan setengah saya berbasikal ke ofis. Lebih kurang 3-4 kali seminggu. 1.5 jam one way. Semalam saya gembira. Saya timbang berat badan. Saya sudah dapat mengenyahkan 5kg of fat. Alhamdulillah. No change in eating habit.I am 46 yrs old and was 95 kg before (now slightly below 90). The last time I cycle was when I was in Tingkatan 3. That was a long-long time ago! If I can do this, I'm sure lot more people younger and stronger than me can do better!

Points-to-ponder:
1. We need to educate our road users to share the road with cyclist.
2. Public bathing facilities.
3. Bicycle storage - some will use road bike costing easily RM3000 onward.
4. The more people cycle the more likely these changes will happen. Kalau cakap-cakap saja tak menjadi. Just Do It! Burn Fat Not Petrol.

Monday, July 07, 2008

Cukup lah Allah bagiku- Jangan lah bersedih wahai hati...

Seorang sahabat menghantar nasihat ini buat meredam kedukaan dan sedikit keterputus asaan. Mengapa perlu ada perasaan demikian ya....Itulah yang dinamakan manusia...

Kehidupan kita ada turun naiknya, demikian juga iman kita pula ibarat gelombang sinus (sine wave) sekejap berada ditahap maksimum dan sekejap berada di tahap minimum. ALangkah beruntungnya manusia yang berada ditahap minimum , namun hatinya sentiada mengingati ALlah dan tetap berada di jalan yang benar. Nah tulisan ini amat berguna untuk diriku yang memerlukan motivasi jiwa...

Suatu hari, seorang arab Badwi datang bertemu dengan Rasulullah s.a.w katanya, "Wahai Rasulullah, adakah Tuhan itu dekat sehingga kami dapat bermunajat kepadaNya? Atau Tuhan itu jauh sehingga kami perlu menyeru kepadaNya?" Rasul terdiam hingga turunlah jawapan terus dari Allah swt berkenaan pertanyaan Badwi tadi…

Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Surah al-Baqarah ayat 186)

Berpergang teguhlah dengan janji Allah ini, kerana tiada yang paling setia dengan janjinya melainkan Allah semata-mata. Allah memberikan baik dan buruk sesuatu perkara hanya atas tiga perkara:

1) Kerana Dia mahu mengingatkan kita kepadaNya.

2) Kerana Dia mahu mengampunkan dosa kita.

3) Kerana Dia mahu mengangkat martabat kita di sisiNya.

Tetapi, asal ketiga-tiga yang di atas itu adalah kerana Dia Maha Menyayangi kita sehinggakan bila kita terlupa atau sengaja lupakan Dia, tidak diazabnya kita terus serta merta. Bahkan Dia berikan sedikit cubaan, supaya kita ingat kembali padaNya. Supaya kita rasakan kembali kasihNya yang melimpah-limpah, supaya kita lembut hati untuk berkasih padaNya, dan supaya kita kembali ke pangkuanNya.

Hanya Dia sahaja tempat pergantungan kita. Selama mana kita bergelar hamba kepadaNya, selagi itulah kita bergantung seratus peratus kepadaNya. Dia menjanjikan kebahagiaan dengan segala ketenangan, ketenteraman, kekuatan, kebenaran, kemuliaan dan kesucian diri apabila manusia mendekatiNya. Dia Maha Menyayangi hamba-hambaNya, walau pun jelas keingkaran hambaNya. Dia tidak pernah memungkiri janji-janjiNya. Dia menawarkan kasihNya di mana sahaja kita perlukan. Dia menawarkan kasihNya bila saja kita dambakan. Dan Dia menawarkan kasihNya atas apa sebab sekali pun kita pohonkan.

Oleh itu, Kenapa perlu berputus harap padaNya. Sedangkan Dia tidak pernah memandang kita dengan pandangan kebencian? Kenapa perlu merintih pada ketentuanNya sekira Dia menawarkan kebahagiaan yang sangat besar di hujung perjalanan? Kenapa perlu ragu-ragu padaNya yang tidak pernah memungkiri janjiNya kepada kita? Tanda kasihNya sentiasa ada di dalam hati kita. Rujuklah kembali kepada ayat-ayat kasihNya yang diturunkan kepada kita, nescaya di sana ada janji setiaNya untuk kita…

Katakanlah: "Hai hamba-hamba- Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah az-Zumar ayat 53)

Ujian yang datang dariNya, terimalah dengan hati yang tenang. Berpautlah pada tali cintaNya dengan sekuat-kuat pautan, nescaya kita tidak akan terhempas dipukul badai dunia. Pandanglah sesuatu ujian itu dengan pandangan Allah. Letaklah Allah di hadapan kita dalam melalui sesuatu musibah, nescaya Allah meletakkan kita di hadapanNya, nescaya Allah memandang kita selamanya dengan pandangan kasihNya, nescaya Allah sejukkan hati dan jiwa kita dengan hidayahNya, dan diterangi jalan hidup kita dunia dan akhirat dengan Nur kekuatanNya.

Tidak ada gunanya kita mengadu dan bersedih hati, bila kita diuji Allah. Kerana orang-orang yang beriman hanya bersedih bila Allah tidak memandangnya lagi, selagi ada pandangan Allah pada kita, maka syukurilah dengan ujian itu. Tanda Dia amat mengambil berat akan hal kehidupan kita. Tidak bermakna hilang kasih manusia itu, hilang selamanya. Mungkin ada kasih yang lebih hebat menanti di hari muka, yang kita tidak pernah bayangkan di mata dan tidak pula pernah kita kecapinya di hati.

Sebaliknya, dekatilah Allah sedekat-dekatnya. Kasihilah Allah sedalam-dalamnya. BERBUALLAH DENGAN ALLAH selalu. Bermunajatlah kepadaNya selalu. Mengadulah masalah kita padaNya selalu. Mintalah kasihNya selalu. Nescaya Dia akan sentiasa dekat pada kita. Dia akan sentiasa kasih pada kita. Dia akan selalu berbual dengan kita. Dia akan selalu mendengar munajat kita. Dia akan selalu berkongsi masalah kita. Dan yang paling penting, Dia akan sentiasa meletakkan kita sebagai hambaNya yang mulia di sisiNya.

Apalah harga dunia jika ditimbangkan dengan setitik kasih sayang Allah. Hilang nikmat dunia bila datang setitis rahmat Allah. Lebur seluruh dunia, tenggelam dalam cinta Allah. Bila manusia sudah benar-benar teguh bersama Allah, perjalanannya sentiasa tenang dan damai, hatinya sentiasa terpaut pada Allah. Kasihilah Allah sepenuh hatimu, tumpahkanlah cintamu kepadaNya seikhlas mungkin, dekatilah Allah sedekat mungkin dan cintailah Allah sehalus mungkin. Nescaya hadir nanti insan yang mendekatimu kerana kelimpahan kasihmu pada Allah, kerana keikhlasan cintamu pada Allah, kerana dekatnya dirimu dengan Allah.. ketika itu dirimu akan menjadi perantara tumpahnya kasih Allah padanya...

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Surah Maryam ayat 19)

Wednesday, June 11, 2008

Agama Bukan Candu Untuk Mengkhayalkan Orang MiskinPosted

Sungguh menarik pandangan Mufti Perlis ini
on Jun 08, 2008
“Dan berikanlah kepada kaum keluargamu, dan orang miskin serta orang musafir akan haknya masing-masing; dan janganlah engkau membazir dengan pembaziran yang melampau. Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu adalah saudara-saudara syaitan, sedang syaitan itu pula sangat kufur kepada Tuhannya”. (Surah al-Isra: 26-27).

Saya tertarik apabila membaca membaca kisah al-Imam al-Nawawi (631-676H) yang diminta oleh Raja pada zamannya al-Malik al-Zahir untuk memberikan fatwa bagi mengharuskan Raja mengambil harta rakyat untuk digunakan memerangi musuh yang mengancam negara iaitu tentera Tatar. Tujuan itu pada zahirnya baik kerana mempertahankan negara dari ancaman musuh. Harta itu pun hendak digunakan untuk keperluan jihad.

Namun ramai ulama yang telah dibunuh ketika itu kerana enggan mengeluarkan fatwa berkenaan. Al-Nawawi juga enggan menulis surat sokongan terhadap tindakan Raja Zahir itu sekalipun beliau tahu pengambilan harta itu untuk kepentingan negara juga.

Apabila Raja bertanya kepada beliau mengapa beliau enggan menyokong? Beliau menjawab: Setahu saya engkau dahulunya seorang hamba, tidak mempunyai harta. Kemudian Allah memberikan kurniaan kepadamu lalu diangkat engkau menjadi seorang raja. Aku dengar engkau memiliki seribu hamba lelaki yang setiap mereka memiliki talipinggang daripada emas. Engkau juga ada memiliki dua ratus hamba perempuan, dan setiap mereka memiliki sebekas perhiasan. Jika engkau belanjakan itu semua, sehingga hamba-hamba lelakimu hanya memakai tali pinggang kain, dan hamba-hamha perempuanmu hanya memakai baju tanpa perhiasan, juga baitul mal sudah tiada simpanan wang, harta dan tanah lagi, maka aku akan fatwakan untukmu keharusan mengambil harta rakyat itu. Sesungguhnya yang menolong jihad dan selainnya ialah penyerahan diri kepada Allah dan mengikut jalan nabiNya s.a.w. (lihat: ‘Abd al-Ghani al-Daqar, al-Imam al-Nawawi, 144-145, Damsyik: Dar al-Qalam).

Saya suka dengan jawapan al-Imam al-Nawawi ini. Saya tahu, selepas ini banyak forum-forum perdana, ceramah-ceramah di radio dan televesyen akan memperkatakan tentang kewajipan berjimat cermat. Maka ustaz, ustazah dan penceramah pun –atas pemintaan penaja yang membayar harga ceramah- akan bersungguh-sungguh menyuruh orang-orang bawahan untuk berjimat cermat.
Dalil-dalil pun akan dibaca. Mungkin akan ada ustazah yang mencari cerita-cerita ajaib yang baru untuk dikaitkan dengan bab jimat cermat dan jangan membazir. Mungkin akan ada penceramah yang cuba menangis-menangis –seperti seorang pelakon berjaya yang menerima anugerah- bercerita kepada mak cik-makcik yang kusyuk menonton tentang azab seorang yang membazir ‘nasi lemaknya’.
Datanglah orang-orang kampung mendengar forum perdana dengan basikal atau motosikal sebagai menyahut seruan agar tidak membazir petrol. Adapun penceramah, datuk-datuk pengajur, YB-YB hanya menggunakan kenderaan mewah yang berkapasiti atas daripada 2000cc. Tujuannya untuk mengelakkan pembaziran wang kerajaan yang terpaksa dibayar kepada empunya kenderaan 2000cc ke bawah, lebih tinggi daripada 2000 ke atas.
Maka insaflah mak cik dan pak cik yang barangkali teringatkan tulang ikan yang pernah dibuangnya padahal masih ada sedikit sisa isinya yang melekat. Itulah membazir namanya. Maka, atas keinsafan dan taubat itu, mungkin ada yang akan mula mengurangkan makan nasi lemak daripada sebungkus seorang kepada sebungkus yang dikongsi bersama. Air kopinya yang memang sudah ‘ceroi’ akan ditukar kepada yang warna hitamnya antara kelihatan dan tidak. Maka selamat negara kita ini, disebabkan pakcik dan makcik, pak long dan mak long, pak lang dan mak lang di kampung sudah mengubah gaya hidup mereka.
Jika saya hadir ke forum yang seperti itu, saya ingin bertanya soalan, tapi soalan yang belum ‘dijakimkan’, “apakah agama ini dihantar oleh Allah untuk menghukum manusia bawahan dan menghalalkan yang lain tidur dalam kekenyangan dan kemewahan?”. Sebelum harga minyak naik, telah sekian mereka yang berada di teratak usang itu menjimat makan dan pakai. Saban hari mereka mengira belanja untuk memboleh mereka terus hidup di kala negara dunia belum menghadapi krisis harga minyak.
Saya tidak mahu membicarakan tentang kenaikan harga minyak dari sudut perjalanan ekonomi antarabangsa. Telah banyak pakar-pakarnya bicarakan. Tapi saya ingin bincangkan tentang soal pembaziran dan jimat-cermat. Ya, memang Islam memusuhi pembaziran. Bahkan al-Quran tidak pernah mempersaudarakan antara mana-mana pembuat dosa dengan syaitan, melainkan mereka yang membazirkan.
Allah menyebut dalam al-Quran: (maksudnya): “Dan berikanlah kepada kaum keluargamu, dan orang miskin serta orang musafir akan haknya masing-masing; dan janganlah engkau membazir dengan pembaziran yang melampau. Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu adalah saudara-saudara syaitan, sedang syaitan itu pula sangat kufur kepada Tuhannya”. (Surah al-Isra: 26-27).
Demikianlah Allah persaudarakan pembazir dengan syaitan. Kesan pembaziran sangat besar. Lihat negara kita yang kaya dengan berbagai hasil. Sepatutnya kita akan tetap kukuh dan setiap rakyat akan menikmati kekayaan ini dengan adilnya. Namun, disebabkan pembaziran, harta negara yang sepatutnya dapat dimakan puluhan tahun, tetapi surut mendadak dalam masa beberapa tahun.
Maka, yang patut mendapat bantuan dan hak, tidak cukup untuk sampai kepadanya. Barang keperluan pula bertukar menjadi mahal. Pembaziran memusnahkan kehidupan rakyat bawahan dan menghalang hak yang sepatutnya sampai kepada mereka. Maka betapa wajar untuk para pembazir itu dipersaudarakan dengan syaitan. Apatah lagi dalam banyak keadaan, pembaziran itu lahir dari keangkuhan dan kesombongan. Sifat-sifat itulah jua yang menjadi asas kepada kekufuran syaitan.
Soalannya, mengapakah apabila kita membicarakan tentang pembaziran, kita hanya terbayang orang-orang bawahan di kampung ataupun bandar. Jika kita ingin meminta supaya setiap warga negara ini berjimat dan jangan membazir, maka bermulalah daripada atas. Bukan sekadar untuk ‘mengenakan si miskin yang sekian lama telah berjimat dan sudah tidak tahu apa yang hendak dijimatkan lagi. Mengapa kita hanya terbayang rakyat yang berada dalam rumah persendirian dan berbelanja dengan wang poketnya yang sudah lelah?
Kita sepatutnya terlebih meneliti semula bagaimana perbelanjaan yang menggunakan harta negara dan rakyat yang sedang berjalan di istana-istana, kediaman-kediaman rasmi kerajaan di peringkat negara dan negeri?. Apakah wajar di kala ini keraian untuk orang-orang besar sama ada sultan atau menteri begitu mewah? Makanan yang dihidangkan untuk mereka, harga satu meja kadang-kala boleh dimakan oleh ratusan rakyat bawahan. Karpet yang dipijak oleh mereka harganya ribuan bungkusan nasi yang dimakan oleh ‘orang biasa’.
Apakah patut di saat yang sebegini, ada istana atau kediaman rasmi menteri yang hendak ditambahmewahkan? Apakah patut orang-orang besar ini diraikan dengan hiburan atau pertunjukan dan konsert yang menelan puluhan ribu ringgit sempena sesuatu kunjungan mereka. Wang itu, wang negara. Wang itu, wang rakyat.
Apakah dalam masa yang sebegini mereka masih mendapat peruntukan untuk bersantai, bermain golf dan ‘berhiburan’ dengan menggunakan wang rakyat bawahan yang disuruh menjimatkan nasi lemak dan air kopi mereka?. Pembaziran sebegini lebih rapat menjadi saudara syaitan dibanding wang persendirian yang dibelanjakan.
Meminjam falsafah al-Imam al-Nawawi yang saya sebutkan tadi, jika orang atasan telah benar-benar berjimat, maka wajarlah untuk dikurangkan subsidi rakyat. Al-Nawawi telah dibuang negeri kerana enggan bersekongkol dengan perkara yang seperti ini. Namun, jika itu tidak dilakukan, ulama bukan burung kakak tua.
Saya mengambil risiko menulis hal ini. Tanggungjawab di hadapan Allah lebih besar daripada segala-galanya. Para ulama dahulu jauh lebih mulia, tidak dibandingkan kedaifan saya ini. Pun mereka telah menunaikan tanggungjawab al-Amr bil Ma’ruf dan al-An-Nahy ‘an al-Munkar ini. Semoga Allah menimbang tinta para ulama dengan darah para syuhada.
Telah berlaku tahun kesusahan dan kelaparan yang amat sangat di Semenanjung Arab pada zaman Amirul Mukminin ‘Umar bin al-Khattab. Dikenali dengan ‘Am al-Ramadah kerana seakan bagaikan warna ramad atau abu disebabkan kekurangan hujan, warna tanah dan warna kulit manusia yang bertukar disebabkan kekeringan. Ini berlaku pada antara tahun 17H dan 18H selama sembilan bulan.
Amirul Mukminin telah berhempas pulas menguruskan harta negara ketika itu bagi mengatasi kesusahan rakyat. Di samping kecemerlangan pengurusan, yang ingin disebutkan di sini kecemerlangan pendirian dan sikap. Ibn Jarir al-Tabari meriwayatkan bahawa ‘Umar bin al-Khattab tidak memakan pada tahun berkenaan lemak haiwan, susu dan daging sehingga orang ramai dapat memakannya. Barangan makanan berkurangan di pasar.
Pada suatu hari pekerjanya dapat membeli untuknya lemak dan susu namun dengan harga yang agak tinggi. ‘Umar enggan makan bahkan berkata: “Engkau telah menyebabkan lemak dan susu menjadi mahal, sedekahkan keduanya, aku bencikan pembaziran. Bagaimana aku dapat memahami keadaan rakyat jika tidak mengenaiku apa yang mengenai mereka?”. (Al-Tabari, 2/358, Beirut: Dar al-Fikr).
Juga diriwayatkan bahawa suatu hari pada tahun berkenaan disembelih unta lalu dimasak dan dibahagikan kepada orang ramai. Lalu diceduk masakan itu untuk dihidangkan juga buat ‘Umar. Tiba-tiba yang diceduk itu bahagian belakang unta dan hatinya. Lalu ‘Umar bertanya: “Dari mana diperolehi ini?”. Daripada unta yang kita sembelih hari ini. Kata ‘Umar: “Oh! Alangkah buruknya aku ini sebagai pemimpin, jika aku memakan bahagiannya yang baik lalu aku berikan rakyat makan yang sisa” (Ibn Sa’d, al-Tabaqat al-Kubra, 3/312, Beirut: Dar Sadir).
Maka alangkah buruknya seorang presiden, atau sultan, atau raja, atau perdana menteri, atau menteri besar, atau menteri yang makan dengan mewah daripada peruntukan harta negara atau negeri sedangkan rakyatnya dalam kesusahan. Ketika rakyat membilang butiran beras, helaian ringgit untuk persekolahan anak, keperitan membayar sewa rumah, api dan air, sementara mereka yang berkuasa ini pula menghadiri jamuan negara dan negeri itu dan ini.
Bermewahan dengan pertunjukan dan hiburan dari peruntukan wang negara. Kemudian bercuti rehat, tanpa rakyat ketahui apakah kepenatannya untuk rakyat. Kos cuti itu pula ditanggung oleh negara tanpa sebarang pulangan keuntungan buat rakyat. Alangkah zalim! Alangkah keji sikap yang sedemikian rupa.
Saya kadang-kala begitu hairan apabila seseorang dianggap ‘berjiwa rakyat’, hanya kerana makan nasi yang dijamu oleh rakyat, atau masuk ke kampung mendukung anak rakyat untuk beberapa minit bagi membolehkan wartawan mengambil foto. Apakah itu dinamakan berjiwa rakyat?
Jika hendak diiktiraf sebagai berjiwa rakyat, rasailah apa yang rakyat rasai. Orang seperti ‘Umar bin al-Khattab lebih mulia daripada segala keturunan atau pangkat yang ada di kalangan manusia. Kemuliaannya telah diiktiraf oleh Allah dan RasulNya. Dia ahli syurga dengan jaminan Allah dan RasulNya sementara politiknya tidak ada saingan yang menggugatnya. Namun tetap amanah dan jujurnya terhadap rakyatnya. Merasai penderitaan rakyat. Beliau idola kepimpinan kita sepatutnya. Walaupun beliau tidak pernah menyuruh orang menyembah atau menjulangnya, namun beliau dipuja oleh sejarah dan diangkat oleh Allah.
Kenaikan harga minyak menaikkan harga barang. Orang berpendapatan rendah menjadi mangsa. Agama berperanan untuk menyedarkan semua pihak tentang tanggungjawab terhadap rakyat. Dalam keadaan begini, antara perkara pertama yang patut dibentang kepada rakyat adalah pengurusan kemasukan dan pengagihan zakat. Zakat yang mungkin sampai kepada peringkat bilion ringgit di seluruh negara mesti diagihkan secara telus dan bijaksana.
Mengapa masih ada fakir miskin yang bagaikan meminta sedekat kepada pihak yang menguruskan zakat? Mengapa program tv lebih menjumpai si miskin dibanding pihak yang menguruskan zakat? Mengapa zakat masih berbaki dengan begitu banyak setiap tahun sedangkan kemiskinan masih banyak? Mengapa pihak yang menguruskan zakat kelihatan bertambah mewah, sementara yang patut menerima hak kelihatannya bertambah letih dengan keadaan sekarang?
Di masa inilah peranan zakat bagi memastikan setiap yang memerlukan memperolehinya tanpa kerenah birokrasi yang bukan-bukan. Jangan sampai untuk mendapat RM150 si miskin berulang alik berkali-kali dengan tambang sendiri, sementara yang mendakwa amil zakat mengisi minyak kereta dengan wang zakat atas nama amil! Ramai kata kita berjaya menguruskan zakat sebab kutipan yang tinggi. Saya katakan, pengurusan yang berjaya itu bukan sahaja kutipan semata, tetapi juga pengagihan secara telus, bijaksana dan bertanggungjawab.
Dalam usaha kerajaan menangani kemelut ekonomi hari ini, perkara-perkara yang disebutkan ini mestilah dipandang serius. Kejayaan sesebuah kerajaan menghayati penderitaan rakyat akan menjadikan mereka lebih disayangi dan disokong. Jika orang atas mengubah cara hidup, kita akan berkempen untuk semua agar mengubah cara hidup. Jika orang agama disuruh berkempen orang bawahan agar mengubah cara hidup, sementara melupai yang di atas, mereka sebenarnya cuba menjadikan agama sebagai candu agar seseorang melupai masalah yang sebenar.

Tuesday, June 10, 2008

Subsidi minyak atau mencekik darah rakyat?

Seorang sahabat mama di ALKIS Dr Zuraidah Mahmud menulis mengenai pemberian subsidi kepada rakyat kononnya untuk menjaga kebajikan rakyat... Bacalah sendiri.. untuk membuka mata kita...

Saya ingin melontarkan sedikit pandangan mengenai istilah SUBSIDI gasdan petrol yg seringkali disebut oleh kerajaan.Adakah rakyat memahami istilah subsidi ini sebenarnya bukanlah subsidi dalam erti kata sebenar?

"In economics, a subsidy (also known as a subvention) is a form of financial assistance paid to a business or economic sector (wikipedia.com)".

Sekiranya secara realiti kerajaan membayar subsidi ini, adakah ia terus kepada Petronas? Adakah nyata di dalam budget, ada sejumlah subsidi yang dibayar kepada Petronas?Sekiranya kita menggunakan definisi wikipedia ini, ia adalah merujuk kepada sejumlah wang yang dibayar utk mendapatkan barang tersebut dalam harga yang lebih murah utk kegunaan rakyat.

Sebagai contoh, rakyat M'sia sangat memerlukan barangan X sebagai makanan ruji, namun disebabkan negara M'sia tiada kemampuan langsung utk mengeluarkan barangan X, maka ia terpaksa diimport dari Jepun. Barangan X ini pula sangat mahal sehingga 70% rakyat M'sia tidak berkemampuan untuk membelinya, maka kerajaan M'sia membayar 50% daripada harga beli yang sebenar kepada negara Jepun membolehkan rakyat M'sia membeli pada kadar 50% sahaja dari harga sebenar.Ini bagi hemat saya baru betul dikatakan subsidi.

Tetapi ini tidak boleh diaplikasikan kepada petrol dan diesel kerana mereka dikeluarkan oleh Petronas bahkan dia juga yang supply kepada BHP dan Shell. Maka, sebenar-benarnya 'subsidi' yang mereka sebut-sebut itu adalah 'potential profit' atau potensi keuntungan yang bakal diperolehi sekiranya harganya dinaikkan pada sekian-sekian harga.

Dua tahun lepas semasa kenaikan minyak sebanyak 0.30, kerajaan menyatakan bahawa 4 bilion yang dijimatkan akan digunakan utk memperbaiki kemudahan jalan raya. Benarkah ia berlaku? Apakah kayu ukur yang digunakan utk menaikkan 0.30 harga minyak pada waktu itu? Adakah ia dibandingkan dengan harga pasaran dunia?Tidak. Apa yang jelas adalah kerajaan akan MEMPEROLEHI 4 bilion pada waktu itu dan bukannya menjimatkan subsidi sebanyak 4 bilion.
Apa alasan yang digunakan oleh kerajaan utk mewajarkan tindakan menaikkan harga minyak?

Di dalam mainstream media dinyatakan bahawa kerajaan akan memperbaiki kemudahan dan infrastruktur awam dan yang paling klise adalah untuk kebaikan pada masa hadapan.Sekiranya benar bahwa alasan utk menaikkan harga minyak ini adalah disebabkan reserve petroleum semakin menyusut mengapa hanya satu hari rakyat Thailand dan Singapore diharamkan membeli petrol M'sia?

Mengapa tidak direncanakan agar pengeluarannya di rancang sekadar mencukupi keperluan rakyat M'sia? Maka, ternyata alasan itu pun tiada benarnya.

Bagi saya kebajikan yang terbaik, paling cepat, paling mudah dan merata dan adil kepada semua rakyat Malaysia adalah dengan menurunkan harga minyak yg akan menyebabkan penurunan harga barang dengan drastik. Apakah langkah yang kerajaan ambil dalam menangani chain reaction ini? Shahrir menyatakan akan ada langkah audit yang akan dilakukan kepada peniaga yang menaikkan harga tanpa justifikasi.

Semalam saya mendapati semua harga barang basah telah naik. Dahulu semasa harga ayam ditetapkan harga siling 6.00 ada peniaga yang menjual 6.50. Alasannya adalah harga borong telah naik. Apalagi yang ada pada pengguna? Boikot? sampai bila. Akhirnya kita terpaksa juga menelan jadam yang telah lama pun merobek halkum.

Bagi saya punca sebenar kerajaan menaikkan harga minyak adalah kerana desakan utk mendapatkan sejumlah wang yang besar dalam masa yang cepat utk melangsaikan perbelanjaan tertentu yang hanya Allah Maha mengetahui.

Memandangkan Petronas adalah GLC yang dimiliki oleh kerajaan yang paling mampu menghasilkan sumber kewangan yang sangat besar, mereka hanya mempunyai satu cara iaitu menaikkan harga minyak.

Alasan kebajikan untuk penaiktarafan jalan dan kemudahan awam atau manfaat jangka masa panjang hanyalah lelucon penyedap hati makcik dan pakcik di Ulu Tembeling, Pahang.

Pada zaman pemerintahan Tun Mahathir salah satu cara meningkatkan ekonomi M'sia pada waktu itu adalah dengan menggalakkan rakyat M'sia berbelanja. Ia terbukti berkesan . Keadaan sudah terbalik pada masa sekarang. Kita kena berjimat dengan cara mengikat batu pada perut. Sekiranya kita berjalan pada hari minggu sangat sedikit kenderaan di jalan raya apatah lagi di supermarket. Semuanya sudah sangat berkira-kira.Hilang 'feel good factor'.

Dalam berita tv3 ada dilaporkan seorang calon univ yang membuat laporan polis ingin mendakwa kerajaan pakatan rakyat selangor yang gagal menunaikan manifesto utk membayar 1000 seorang utk calon yang berjaya memasuki univ.

Bolehkah kita mendakwa TPM kerana dia juga gagal menunaikan janji utk tidak menaikkan harga minyak selepas pilihanraya?Bagi saya cara terbaik meraih kepercayaan rakyat selepas kekalahan besar pilihanraya adalah dengan menurunkan harga minyak. Tetapi ini tidak berlaku pun..Tahniah kepada diri kita yang masih memberi undi kepada kerajaan Barisan Nasional. Sesungguhnya seseorang muslim itu tidak akan tertipu pada lubang yang sama sebanyak dua kali..

Monday, June 09, 2008

30th. Wedding Anniversary

Alhamdulillah.

Hari ini genap 30 tahun mama dan papa berkongsi hidup suka dan duka, gelak ketawa, menangis bersama mengharungi kehidupan yang penuh gelora dan ombak dugaan.

Anak anak yang kami lahirkan, semuanya tujuh orang kami besarkan dengan penuh kasih sayang, kami berikan didikan semaksimum dan semampu mungkin sebenarnya menjadi pelengkap kehidupan kami.

Kami sentiasa mengharapkan anak anak kami mewarisi perjuangan Rasulullah, yang menjadi insan insan soleh wa musleh. Berbudi kepada manusia dan menghambakan diri kepada Allah swt. Hablun minnas wa hablun minallah...

Hidup ini tidak bermakna tanpa ujian dan dugaan. Dalam ujian dan dugaan itu kami bina kekuatan. Semoga kasih sayang kami akan kekal fillah di dunia dan abadi di akhirat.

Alluhumma...aminnnnnnnnn....